Blok Diagram Mikrokontroler

Rabu, 08 Oktober 2014

Pemahaman konsep dasar dari mikrokontroler ditunjukkan pada Gambar 1.1 Diagram blok mikrokontroler umum.


Gambar 1.1 Diagram blok mikrokontroler umum

Masing-masing bagian tersebut saling dihubungkan melalui internal bus, umumnya terdiri dari 3 bus yaituaddress busdata bus dan control bus.
Masing-masing bagian memiliki fungsi-fungsi :
            a.         Register.        Register adalah suatu tempat penyimpanan (variabel)            bilangan bulat 8 atau 16 bit. Pada umumnya register jumlahnya banyak,         masing-masing ada yang memiliki fungsi khusus dan ada pula yang memiliki        kegunaan umum. Register yang memiliki fungsi khusus misalnya adalah    register timer yang berisi data penghitungan pulsa untuk timer, atau register           pengatur mode operasi counter (pencacah pulsa). Sedangkan register yang             bersifat umum digunakan untuk menyimpan data sementara yang diperlukan untuk proses penghitungan dan proses operasi mikrokontroler. Register dengan kegunaan umum dibutuhkan mengingat pada saat yang bersamaan     mikrokontroler hanya mampu melakukan operasi aritmatika atau logika hanya       pada satu atau dua operand saja. Sehingga untuk operasi-operasi yang          melibatkan banyak variabel harus dimanipulasi dengan menggunakan          variabel-variabel register umum.
            b.         Accumulator. Merupakan salah satu register khusus yang berfungsi          sebagai operand umum proses aritmetika dan logika.
            c.         Program Counter.    Merupakan salah satu register khusus yang         berfungsi sebagai pencacah/penghitung eksekusi program mikrokontroler.
            d.         ALU (Arithmetic and Logic Unit).        ALU memiliki kemampuan mengerjakan proses-proses aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian,      pembagian)   dan  operasi logika (misalnya AND, OR, XOR, NOT) terhadap    bilangan bulat 8 atau 16 bit.
            d.         Clock Circuits.          Mikrokontroler adalah rangkaian logika sekuensial, dimana proses kerjanya berjalan melalui sinkronisasi clock.  Karenanya diperlukan clock circuits yang menyediakan clock bagi seluruh bagian            rangkaian.
            e.         Internal   ROM  (Read Only Memory).   Merupakan  memori penyimpan      data yang isinya tidak dapat diubah atau dihapus (hanya dapat             dibaca). ROM            biasanya diisi dengan program untuk menjalankan         mikrokontroler segera         setelah power dinyalakan, dan berisi data-data konstanta yang diperlukan oleh         program. Isi ROM tidak dapat hilang walaupunpower dimatikan.
            f.          Internal    RAM    (Random Access Memory).    Merupakan  memori penyimpan data yang isinya dapat diubah atau dihapus. RAM biasanya berisi data-data variabel dan register. Data yang tersimpan pada          RAM bersifat hilang jika catu daya yang terhubung padanya dimatikan.
            g.         Stack Pointer. Stack adalah bagian dari RAM yang memiliki metode penyimpanan dan pengambilan data secara khusus. Data yang disimpan dan dibaca tidak dapat dilakukan dengan metode acak. Karena data yang masuk ke         dalam stack pada urutan yang terakhir adalah data yang pertama kali dibaca   kembali. Stack Pointer berisi offset dimana posisi data stack yang terakhir           masuk (atau yang pertama kali dapat diambil).
            h.         I/O  (input/output) Ports.       Merupakan sarana yang dipergunakan oleh     mikrokontroler untuk mengakses peralatan-peralatan lain di luar dirinya, berupa pin-pin yang dapat berfungsi untuk mengeluarkan data digital ataupun menginputkan data.
            i.          Interrupt circuits.       Adalah rangkaian yang memiliki fungsi untuk mengendalikan sinyal-sinyal interupsi baik internal maupun eksternal. Adanya        sinyal interupsi akan menghentikan eksekusi normal program mikrokontroler            untuk selanjutnya menjalankan sub-program untuk melayani interupsi tersebut.
            Diagram blok tersebut tidaklah selalu sama untuk setiap jenis mikrokontroler.       Beberapa mikrokontroler menyertakan rangkaian ADC (Analog to Digital         Converter) di dalamnya, ada pula yang menyertakan port I/O serial di             samping port I/O paralel yang sudah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go Top
Kembali Ke Atas